Surat untuk Chen Chauw Chie

Jalan Toko Tiga, Jakarta, 13 Mei 2015

Chauw Chie, apa kabarmu, di manakah kau sekarang?

Tiba-tiba aku mengkawatirkanmu, Besok, 14 Mei, saat orang-orang mengenang kejadian 17 tahun silam, ketika kengerian muncul bersamaan dengan gerombolan manusia jahat yang menaburkan ketakutan, menjadikan pecinan sebagai ladang api yang mencekam.

Chauw Chie, apa kabarmu, di manakah kau sekarang?

17 tahun berlalu tapi semua kejadian masih tebal dalam ingatan, saat orang-orang beringas membakar banyak tempat di Jakarta, termasuk Glodok dan Asemka, tatkala jerit ketakutan dan teriak kemarahan saling bersahutan.

Chauw Chie, apa kabarmu, di manakah kau sekarang?

Kutemukan surat-suratmu, kulihat foto-foto keluarga dan leluhurmu tercecer di antara kertas-kertas, majalah, dan buku bekas. Air hitam sungai di Jl Toko Tiga mungkin tahu apa yang terjadi pada dirimu. tapi dia bergeming seperti saat aku terdiam kala mencoba membaca tulisan-tulisan dalam suratmu, yang tak ku pahami.

Chauw Chie, apa kabarmu, di manakah kau sekarang?

Dalam doa aku berharap kau masih ada, dalam pinta aku sangat mendamba, Jangan. Jangan sampai peristiwa itu terulang lagi, cukup sekali dalam hidup kita, hidup manusia

 

Chen Chauw Chie, aku memikirkanmu.