#53 Sahabat Maya

(Surat Indah untuk Nuning Eka Dili, sahabat, di Lombok, NTB)

 

Lepas Makassar, 30 Juni 2011

 

KM KELIMUTU sandar hanya tiga jam. Pukul 22.10 WITA, kapal kami baru saja meninggalkan Makassar. Tidak lama, tapi cukuplah untuk sekedar berjalan-jalan ke pantai Losari, berbelanja sedikit perbekalan, dan mencicipi palubasa di Jl. Serigala yang terkenal enak itu.

Waktu tiba di pelabuhan kami sudah ditunggu oleh Andhika Akasse, seorang teman yang tinggal di Makassar. Pemuda calon dokter asal Palu, Sulawesi Tengah, itu kami kenal melalui jejaring Multiply, sebuah situs sosial media. Berkat dialah waktu yang sempit itu bisa kami manfaatkan sebaik mungkin.

Aku masih sering takjub akan keajaiban dunia komunikasi zaman sekarang. Kalau pada masa mudaku dulu ada sahabat pena, di mana orang bisa menjalin pertemanan melalui surat-menyurat via pos, sekarang berteman jauh lebih mudah. Adanya Multiply, Kaskus, Facebook, Twitter, berbagai milis dan forum komunitas di dunia maya memungkinkan semua itu terjadi. Internet memudahkan orang untuk menjangkau tempat-tempat yang jauh dan tak terbayangkan sebelumnya, membuat dunia jadi terasa semakin kecil.

Sepertimu, Andhika adalah salah satu dari banyak teman yang kukenal melalui dunia maya. Senang rasanya saat disambut oleh seorang sahabat, kehadirannya membuat kami tidak lagi merasa menjadi perfect strangers di kota ini. Sahabat benar-benar membuat hidupku terasa kaya.

 

Indah