#39 Hanya Doa

 

Surat Indah untuk Noval Kurniawan, Ketua komunitas Weekend tanpa ke Mal, sahabat, di Jakarta

 

Banda Aceh, 23 Juni 2011

Kunjungan kami ke Sabang rasanya terlalu singkat. Berat rasanya hati, pagi ini aku harus meninggalkan Pantai Sumur Tiga dan bergegas ke Pelabuhan Balohan, naik feri menyeberang ke Pelabuhan Ulee lheue di Banda Aceh.

Dalam perjalanan ke Bandara Sultan Iskandar Muda, aku melewati Kuburan Masal Siron, tempat puluhan ribu korban tsunami tahun 2004 dimakamkan. Tak sempat mampir, aku hanya bisa memanjatkan doa dan memotret gerbangnya dari dalam mobil. Semoga arwah para korban tsunami dapat beristirahat dengan tenang di sana.

Selain makam di Siron, masih ada dua lagi kuburan masal di Banda Aceh yaitu di Ulee lheue dan Lhoknga. Di kedua tempat itu kabarnya lebih banyak lagi jumlah korban yang dimakamkan. Ulee lheue dan Lhoknga memang termasuk daerah yang terkena tsunami paling parah di Banda Aceh.

Sampai sekarang aku masih sering teringat akan betapa dahsyat dan mengerikannya bencana itu. Tak terbayang beratnya beban yang harus ditanggung oleh mereka yang kehilangan sanak keluarga dan harta bendanya. Meskipun hanya melihat dari layar kaca dan berita-berita di koran, aku tak kuasa menahan tangis. Sepertinya kita semua ikut menangis. Hanya dalam sekejap mata, anak kehilangan orangtuanya, orang tua kehilangan anaknya dan suami kehilangan istrinya, istri kehilangan suaminya. Benar-benar, menyedihkan.

Kalau kupikir-pikir memang begitulah hidup ini, segala sesuatu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Dan kita manusia sesungguhnya memang mahluk yang lemah. Apa saja yang dilepaskan olehNya, entah itu rejeki maupun bencana, tak satu mahluk pun bisa menahan-Nya. Melewati makam Siron mengingatkanku kembali pada besarnya kuasa Sang Pencipta.

 

Indah

 

N.B: Titip salam untuk si kecil Nayla, Diedie, Ipul, Firman, Phiphie, Enti, Hamok, Omica, dan teman-teman Wiken Tanpa ke Mal lainnya, ya.