#38 Mendadak Sehat

 

Surat Indah untuk Raty Ning, penggemar Fotografi, sahabat, di Jakarta

 

Pantai Sumur Tiga, Sabang, 22 Juni 2011

Pantai berpasir putih dan laut berwarna hijau kebiruan di sini sangat menggiurkan. Waktu baru sampai, rasanya sudah tidak sabar ingin cepat-cepat menceburkan diri ke laut. Percaya atau tidak, sakit flu yang sudah berhari-hari betah bersarang di tubuhku tiba-tiba hilang entah ke mana. Mungkin penyakit itu sudah ditaklukkan oleh rasa gembira karena berada di tempat yang indah.

Kamu harus pergi ke Sabang. Di sini banyak view menarik yang bisa diabadikan dengan Leica-mu. Kalau kamu ingin membuat buku yang khusus memuat foto-fotomu di Indonesia, mulailah memotret dari Pulau Weh ini. Untuk akomodasi, kamu tak perlu khawatir.

Kami menginap selama dua malam di sebuah resor di Pantai Sumur Tiga. Jangan membayangkan resor kelas bintang lima yang wah, resor ini sederhana. Bangunannya berupa rumah panggung terbuat dari kayu dan bilik bambu, tidak ada AC dan televisi, tapi akses internet tersedia dan gratis. Resor yang didesain dan dirawat dengan baik ini adalah resor ramah lingkungan. Namanya Freddie’s Santai Sumur Tiga, pemilik sekaligus pengelolanya adalah pria asal Afrika Selatan bernama Freddie Roussoue. Selain pantai berpasir putih dan pemandangan matahari terbit dari balkon kamar, resor ini punya daya tarik sendiri karena sentuhan pribadi dan keramahan Pak Freddie terhadap para tamunya.

Setiap pagi, mulai pukul 07.00 WIB, Pak Freddie akan menghidangkan sarapan di sebuah meja makan yang letaknya persis di sebelah dapur terbukanya, hampir semua menu dimasaknya sendiri. Asyik juga memperhatikan dia dan asistennya sibuk menyiapkan makanan di dapur, mulai dari roti, sereal, omelet, pancake, macaroni schotel, sosis, hash brown, ayam rica, nasi goreng, aneka buah, dan lain-lain. Menu yang dihidangkan tidak selalu sama, tapi yang pasti Freddie selalu menyelipkan masakan khusus vegetarian dalam menu yang disusunnya.

Pagi tadi, waktu kami sedang menikmati sarapan, Freddie datang menghampiri dan menanyakan apakah kami ingin makan malam di resor. Sarapan yang lezat membuat kami tergoda juga untuk mencoba menu makan malamnya, maka kami pun mengiyakan. Freddie meminta kami agar sudah siap di ruang makan pada pukul 19.00 WIB.

Sebelum jarum jam menunjuk ke angka tujuh malam ini, kami dan juga beberapa tamu lain sudah duduk manis di ruang makan. Freddie masih kelihatan sibuk di dapur, sebentar memeriksa oven, sebentar kemudian duduk di depan laptop yang diletakkan di meja dapur. Bau harum masakannya menyebar ke seluruh ruangan, bikin perut semakin keroncongan. Tidak lama kemudian Freddie turun dari dapur ke ruang makan, lalu dihadapan kami, para tamu, ia membacakan menu makan malam yang akan dihidangkan, ditambah dengan sedikit cerita tentang bahan-bahan, cara memasak, dan dari mana resep makanan itu berasal. Cukup menarik.

Malam ini ada salad sayuran dengan yoghurt, nasi kuning, telur balado, ayam goreng, ikan bumbu kari, lasagna, pasta bumbu pesto, tumis sayuran dan jamur, serta aneka buah. Sebagai makanan penutup, Freddie membuat puding lemon hangat dengan siraman sirup gula yang harum. Semuanya enak.

Nah, sekarang aku harus membereskan barang-barang dan segera tidur. Feri ke Banda Aceh berangkat dari pelabuhan Balohan jam 08.00 WIB, aku tidak mau bangun kesiangan dan terburu-buru lagi. Kapan kamu berkunjung ke Sabang?

 

Indah