#35 Bungong Jaroe

 

Surat Ikyu untuk Jasmine Chantika Putri, sahabat, di Jakarta

 

Sabang, 22 Juni 2011

Hai, Jasmine! Sedang liburan ke mana kamu sekarang? Aku sedang di ujung atas Pulau Sumatera, di kota Sabang. Di sinilah titik kilometer nol bagian barat Indonesia berada. Meskipun kecil, Sabang kota yang sangat bagus. Suasana kota Sabang sangat tenang, tidak ramai dan tidak macet seperti di Jakarta. Pemandangannya laut dan gunung. Di sini ada tempat yang asyik untuk snorkeling, namanya Pulau Rubiah. Air laut yang jernih dan pasirnya yang putih, itulah suasana di Pulau Rubiah. Untuk pergi ke pulau itu kita harus pergi ke Pantai Iboih dan menyeberang pakai kapal. Ada dua pilihan, yang pertama kapal kayu yang di lantainya ada kaca untuk melihat pemandangan bawah laut, atau naik speedboat yang lebih cepat. Di sini cuacanya sedang panas, tapi anginnya banyak. Kalau kepanasan aku tinggal berteduh di bawah pohon. Berenang juga enak karena air lautnya dingin. Meskipun kulitku jadi gosong terbakar sinar matahari, aku senang di sini.

Jasmine, kalau bepergian aku selalu mencari barang-barang unik untuk oleh-oleh. Maunya sih membawa kota Sabang ke Jakarta supaya Jakarta nggak macet, tapi sepertinya itu mustahil. Ibu dan Bapak membeli kopi aceh untuk oleh-oleh, tapi, masa aku bawa oleh-oleh kopi juga untuk teman-temanku? Untungnya ada teman Ibu dan Bapak yang bernama Om Fatwa, dia menunjukkan tempat yang cocok untuk beli oleh-oleh. Kami diajak mampir ke Piyoh, sebuah toko khusus suvenir dari Sabang. Bukan, Piyoh tidak menjual kerajinan tangan atau barang-barang tradisional seperti yang banyak kita lihat di Bali atau Yogya, Piyoh menjual t-shirt, gantungan kunci, pin, sticker, sandal jepit, dan banyak lagi. Desainnya lucu-lucu dan menarik banget, banyak yang berhubungan dengan keindahan alam bawah laut di Sabang, harganya pun terjangkau.

Di toko ini aku sempat berkenalan dengan kreatornya, namanya Om Hijrah, dia sangat kreatif lho. Semua suvenir di Piyoh didesain sendiri oleh Om Hijrah. Kalau mau melihat desain-desain yang dijual di toko ini kamu lihat saja di www.piyohdesign.blogspot.com. Mau tahu arti oleh-oleh dalam bahasa Aceh? Dalam bahasa Aceh, oleh-oleh disebut bungong jaroe.

Nah, Sampai di sini dulu suratku dari Sabang, ya. Aku sudah dapat bungong jaroe yang bagus untuk kamu. Apakah itu? Rahasia! Nanti kamu juga tahu.…

 

Ikyu