Batik Sunda pesisir laut selatan

Corak batik tak melulu bergaya Solo dan Jogya, Indonesia punya tak terhitung banyak motif dan gaya, begitu beragam rupa dan sentuhan warna. Yang tak kalah elok cantiknya adalah tampilan batik pesisir Selatan Jawa Barat, Batik Sunda pinggir laut kidul, yang mencangkup batik Ciamis, Pangandaran, Cianjur, Garut, Sukabumi, dan Tasikmalaya.  Penasaran ingin melihatnya?

 

 

 

Di buku Batik Pesisir Jawa Barat yang diterbitkan oleh Yayasan Batik Jawa Barat dijelaskan bahwa batik bukanlah barang baru bagi orang Sunda, catatan sejarah yang ditemukan menceritakan bahwa Prabu Siliwangi mengenakan sinjang dodot bermotif Banyak Ngantrang saat prosesi penobatannya. Kain itu berwarna dasar ungu, warna khas kerajaan Pajajaran.

 

 

 

Di daerah Banten ditemukan tradisi membatik tertua di Jawa Barat, tersebutlah kain simbut, dibuat oleh masyarakat Baduy yang mendiami kawasan Gunung Kendeng, motifnya sederhana, geometris, di atas dasar kain putih dan banyak memakai warna indigo.

 

 

Batik pesisir Jawa Barat bermotif unik, pernah mengalami masa kejayaan khususnya tak lama setelah proklamasi kemerdekaan. Tapi kondisi baik itu tak berlangsung lama, tak berjalannya alih generasi, lemahnya pemasaran, dan persaingan dengan tekstil cetak bermotif membuat usaha batik di kawasan ini megap-megap. Berbagai upaya pun dilakukan untuk membangkitkan kembali kejayaan dan sinar terang keelokan batik pesisir selatan ini.

 

 

 

Tahun 1939 di Kota Ciamis terdapat sebuah Koperasi Batik, Koperasi Rukun Batik namanya, jumlah anggota tak kurang dari 600 orang. Beriring dengan berjalannya waktu, seleksi alam terjadi, kondisi ekonomi dan banyak kendala baru bermunculan, anggotanya menyusut menjadi 424, data terakhir yang tercatat, dari jumlah itu, yang sekarang aktif tinggallah 8 orang. H. Otong K. adalah salah satu tokoh batik ciamis yang terus berusaha menjaga kelestarian batik ciamis itu.

 

 

 

Motif batik di kawasan pesisir Jawa Barat ini banyak dipengaruhi oleh budaya, alam, tanaman/tumbuhan dan binatang yang banyak hidup di alam Priangan bagian selatan. Tersebutlah nama motif seperti Galuh Pakuan, Bunga Tarutung, Ciung Wanara, Suliga adumanis, Parang Sontak, Rereng Seno, Rereng Eneng, Pecah kopi, Beasan (beras), Ayam Pelung, Kecapi, Angkin, Pandan Laut, Bango Rawa, Rumput Laut, Kupu-kupu, Mojang Priangan, Kangkungan, Papangkah Bakung, rereng Surutu, Merak Ngibing, Pegat Maru, Kurung Hayam, Sireum (Semut), Papangkah Kembang, Ikan Jangilus, Pelabuhan Ratu, Penyu, Daun Pisang Kole, Ombak Laut, Kembang Soka, Gurilap, Kendi Gilang Kencana, Suryakencana, 8 penjuru angina, Cala Culu, Candi rangrang, Cacingan, Bulu Hayam, Kawung Seribu, Sente (daun talas), Terang Bulan, Gambir Seketi, Malati, dan masih banyak lagi.

 

 

Melihat motif batik pesisir ini membuat hati merasa gembira, warna-warni terangnya seolah mengabarkan keindahan alam, dan kegembiraan penduduk sisi selatan Jawa Barat.
Motif yang mana pilihan Anda?