#31 Menu Nek Pok

 

(Surat Indah untuk Maya P. Alam, sahabat, di BSD, Tangerang)

 

 

Batee Gajah, 22 Juni 2011

Ada teman yang pernah pergi ke Aceh menceritakan pengalaman dan kesannya saat bertemu orang Aceh, dia bilang mereka kurang ramah dan mahal senyum. Tapi, selama berada di Banda Aceh dan di Sabang ini, aku tidak merasa seperti itu. Justru sebaliknya, aku merasa mereka sangat baik dan terbuka. Mungkin karena mereka bukan orang yang suka berbasa-basi, kalau iya bilang iya, kalau tidak bilang tidak. Apa adanya.

Mbak Maya, siang tadi kami diundang makan ke rumah Fatwa Amri, seorang teman. Hampir seluruh keluarganya hadir, mulai dari istri, anak, kakak, adik, ipar, sepupu, keponakan, paman, sampai bibinya. Mereka menyambut dengan hangat dan ramah, suasana makan siang jadi meriah dan akrab, penuh rasa kekeluargaan.

Suguhan makanan luar biasa! Aneka makanan khas Aceh disajikan di atas selembar tikar lebar. Menunya super lengkap, mulai dari nasi, ikan asin, telur asin, sambal, emping, dan aneka makanan lain yang belum pernah kulihat sebelumnya, seperti plik u, sayur berbumbu perasan kelapa yang sudah difermentasi, asam keumamah, ikan kayu atau cakalang, dan eungkot sure masak minyeuk, ikan tongkol yang dimasak mirip rendang, hingga hidangan penutup yang juga tak kalah istimewa, es ketimun segar yang rasanya manis asam, karena tambahan gula pasir dan perasan air jeruknya. Belum selesai di situ, masih ada kopi ditenami pisang goreng tepung bertabur gula aren yang aduhai lezatnya. Wah, aku merasa jadi tamu istimewa. Fatwa bilang, semua suguhan itu dimasak oleh bibinya yang biasa dipanggil Nek Pok, ahli masak andalan keluarganya. Kami cicipi semua makanan itu sambil cerewet menanyakan nama dan cara memasaknya. Siang ini bisa kurasakan betul betapa hangat dan ramahnya orang Aceh dalam menerima tamu.

Selain menyantap masakan Nek Pok, kami juga mencoba rujak Aceh yang enak sekali di sebuah warung yang letaknya di tepi jalan yang menghadap ke arah Pulau Klah, nikmat betul rasanya makan rujak sambil melihat pemandangan laut dan pulau yang indah. Saat kuminta resepnya, Pak Azhari, sang penjual rujak dengan senang hati memberikannya. Mau coba bikin sendiri rujak aceh?

 

Indah