#24 Gunung Emas

 

(Surat Iwan untuk Caei Boberg, sahabat, di Stockholm, Swedia)

 

Banda Aceh, 20 Juni 2011

 

Blang adalah Bahasa Aceh yang artinya lapangan. Jadi kalau kamu pernah dengar kata Blang Bintang itu artinya Lapangan Bintang. Ya, Itulah nama pelabuhan udara di Banda Aceh yang sekarang sudah berubah menjadi Sultan Iskandar Muda. Selain Blang Bintang tentu ada blang-blang lain di Aceh, salah satunya berada di tengah kota, bernama Blang Padang. Menariknya, di salah satu sudut Blang Padang ini terdapat monumen berupa pesawat terbang tua, RI 001 Seulawah.

Kenapa ada di situ? Karena dari sinilah cikal bakal maskapai penerbangan kita, Garuda, dimulai. Indonesia memasuki babak baru dalam dunia penerbangan dengan membeli pesawat DC 3 Dakota yang digunakan untuk penerbangan komersial yang melayani rute Kalkuta-Rangoon dan sebaliknya.

Tahukah kamu bagaimana cara kita mengumpulkan dana untuk membeli pesawat itu? Solidaritas dan kepedulian rakyat Acehlah yang memungkinkan negeri ini bisa punya pesawat untuk pertama kalinya. Saat Presiden Soekarno menyampaikan bahwa negara butuh pesawat udara untuk menerobos blokade Belanda, rakyat Aceh terpanggil. Mereka bergotong royong, lelaki-perempuan, tua-muda, kaya-miskin ikut menyumbang, dengan suka rela mereka menyerahkan hartanya, mulai dari uang, cincin, gelang, kopra, hingga telur asin. Bahkan ada seorang ibu yang rela melepas anting yang sedang dikenakan anak gadisnya untuk dikumpulkan pada panitia pembelian pesawat. Terkumpul uang dan puluhan kilo emas, jumlahnya cukup untuk membeli sebuah pesawat jenis DC 3 Dakota. Sebagai penghargaan terhadap bantuan rakyat Aceh, pesawat itu kemudian diberi nama Seulawah yang artinya Gunung Emas. Aku terharu setiap kali mengingat cerita itu.

Tak sia-sia pengorbanan yang dilakukan oleh rakyat Aceh, kehadiran Seulawah berperan besar dalam membongkar blokade Belanda, pesawat itu juga dipakai untuk mengangkut senjata, mesiu, dan obat-obatan. Termasuk untuk menerbangkan Mohammad Hatta dari Yogyakarta ke Kutaraja, nama kota ini sebelum kemudian berganti menjadi Banda Aceh.

Sampai hari ini maskapai penerbangan Garuda kita masih beroperasi, jumlah pesawat dan rute yang dilaluinya pun semakin bertambah. Meski pun sempat mengalami masa-masa sulit saat dikenai sanksi pelarangan terbang ke Eropa, Garuda kini terus berbenah. Semoga saja rute penerbangan Garuda yang langsung dari Jakarta ke Stockholm segera dibuka. Aku ingin bertamu ke rumahmu. Jangan lupa menjemputku di Arlanda International Airport, ya! Kuharap keinginanku itu bukanlah sesuatu yang berlebihan, mengingat kini Garuda sudah mulai kembali mengepakkan sayapnya ke Benua Eropa.

 

Iwan