Mengapa lolipop disebut permen Kojak?

Tidak sedikit anak muda zaman sekarang yang mungkin bingung, kenapa lolipop sering disebut permen Kojak oleh orang-orang tua mereka. Begini ceritanya, sekitar tahun 70-an di TVRI ada sebuah film seri yang dibintangi oleh Telly Savalas, tokoh detektif plontos yang suka sekali makan permen bertongkat alias lolipop itu, nama lengkapnya Theo Kojak, lebih sering cuma dipanggil Kojak. Kata lolipop mungkin terlalu ribet, sehingga orang-orang di zaman itu mempermudahnya dengan menyebut lolipop sebagai permen Kojak.

Buat yang pengen tahu seperti apa Oom Kojak itu, silakan lihat di sini,

KOJAK youtube

Penyuka Lolipop atau permen bergagang ini ternyata tidak hanya dimonopoli oleh anak-anak, banyak adegan film Holywood yang memperlihatkan jagoannya menghisap lollipop, namun demikian, tokoh Kojak sepertinya yang masih tertanam lebih dalam ingatan.

Jadi memang salah besar jika ada anggapan bahwa hanya anak-anak yang doyan dan pantas  mengulum lolipop, banyak orang dewasa yang tergila-gila pada permen bulat bergagang ini, bukan hanya untuk menikmati rasanya, tapi juga menciptakan gaya  yang lebih fun, easy going dan keinginan untuk mendobrak kesan dan penampilan yang terlalu formal.

Teknologi permen modern memunculkan variasi bentuk dan rasa lolipop yang kian beragam, malah ada yang produsen yang sudah bisa menggabungkan beberapa varian rasa dan isi di dalam setiap butir permennya. Kini ada lolipop yang menggabung tiga rasa dalam satu butir permennya, rasa Tropical fruit, Fruit Punch, Mix Berries, serta rasa Choco Freeze, Choco Fruit dan Chococinno.

Saya suka makan lolipop sambil bekerja atau sambil nyetir mobil, bukan hanya karena rasanya, tapi juga karena makan lolipop itu memberikan saya kesempatan untuk jeda, istirahat menghisap, bisa bicara tanpa harus takut tersedak. Lolipop sebetulnya memang permen yang bisa diterima oleh semua usia.

Silakan dicoba…

Sumber foto selebritis dengan lolipop: Google