Mengenang M Sarengat

Berita itu pertama kali saya baca dari status mbak Kurie Alim di group Facebook Alumni SMA Negeri 1 Budi Utomo Jakarta. Sosial media memperlihatkan kedigdayaannya, menyebarkan berita ke seluruh dunia hanya dengan satu gerakan “klik” saja, 5609 anggotanya pun terkabari.

Wafat di usia hampir 75 tahun membuat saya kesulitan untuk mencari teman sebayanya, kabar dari mbak Kurie, pak Sarengat itu seangkatan dengan Pak Siswono Yudohusodo. Tak ada nama nama lain yang muncul. Padahal saya ingin bisa banyak tanya, soal masa-masa almarhum duduk di bangku SMA. Apa hobinya, siapa pacarnya, berapa nilai pelajaran matematika dan olah raganya?

Catatan tentang pria kelahiran 28 Oktober 1939 ini dengan sendirinya banyak tersebar di media masa. Saya membaca reaksi negeri ini saat beranjak dari “masa perunggu” ke era keemasan.

Surat kabar Suluh Indonesia terbitan 27 Agustus 1962 menulis judul mencolok, Sarengat menangkan medali emas lari 100 m 10,5 dt. (Baca berita lengkap dengan meng-klik gambar/memperbesar)

Hari Selasa, 28 Agustus 1962 harian MERDEKA berteriak lantang melalui headlinenya : Mohd.Sarengat Merebut Lagi Medali Mas.Suatu Prestasi Luarbiasa Atlit Indonesia (Baca berita lengkap dengan meng-klik gambar/memperbesar)

Di artikel lain Merdeka juga mencatat, prestasi atlet atletik Indonesia itu membungkam anggapan pers Filipina dan Singapura yang menganggap Indonesia hanya jago main bola dan badminton.

Artikel lain juga saya temukan di majalah IPPHOS, “Saya sangat terharu atas hasil yang saya capai” demikian Moh. Sarengat selesai pertandingan atletik Asin Games IV dimana ia dalam lomba lari 100 meter berhasil keluar sebagai juara pertama. Artikel itu dilengkapi juga dengan foto dan keterangan gambar berbunyi : Sarengat sedang berduel dlm lari gawang 110 meter. Hasilnya? Sarengat menggondol medali emas yang kedua. Hidup Sarengat!

Tak lama setelah prestasi emas terukir, Majalah MInggu Pagi tak mau ketinggalan, majalah edisi 10 November 1962 itu memasang foto M Sarengat di sampul depan majalahnya.

Saya tak bisa menemukan data tentang apa yang dipertontokan di TVRI yang baru akan masuk seminggu usia siarannya hari itu. Juga bagaimana gegap gempita isi suara radio yang mengabarkan berita gembira ini ke seantero negeri. Jelasnya, seluruh rakyat Indonesia saat itu merasa bahagia.

Minggu lalu M Sarengat pergi untuk selamanya dengan meninggalkan kenangan yang begitu cemerlang. Catatan prestasi yang terus akan kita ingat, warisan semangat yang selalu akan kita catat.

Foto prosesi pemakaman hingga tanah merah bertabur bunga urung masuk dalam tulisan ini. Saya ingin lebih mengenang M Sarengat sebagai seorang pelari hebat, dengan gemuruh tepuk tangan, sorak sorai bangga bangsa Indonesia di ASIAN GAMES IV 1962.

Selamat jalan M Sarengat, bangsa ini akan selalu mengenang prestasimu.

.

Iwan Esjepe