Saya bukan pemilih Jokowi.

Saya bukanlah supporter Jokowi. Bukan saya tak cinta, tapi justru karena terlalu sayang padanya karena saya percaya dia orang baik. Sebagai sesama orang solo saya pasti menginginkannya jadi pemimpin, tapi melihat begitu banyak orang yang sepertinya hanya akan memanfaatkan dia, membayangkan banyak bahaya yang mungkin akan menghadang, saya memutuskan untuk menulis status di facebook, “Kita bisa menyelamatkannya dengan tidak memilihnya”. Saya melihat bahaya akan datang justru dari partai-partai pengusungnya dan juga banyak pihak.

Saya orang bebas, ketidak sukaan saya pada partai pengusung Jokowi tidaklah membuat saya otomatis mencintai partai-partai pengusung Prabowo, mereka setali tiga uang.

9 Juli 2014 Saya harus memutuskan. Saya pilih Prabowo dalam Pemilihan Presiden itu.

Setelah melewati berbagai proses, mulai dari pengakuan menang dari kedua kontestan hingga keputusan MK yang mengesahkan kemenangan berada di pihak Jokowi-Jusuf Kalla.

Saya orang bebas yang patuh pada aturan main. Pilihan saya kalah.

Dalam demokrasi, menang atau kalah adalah hal biasa. Saya mengakui jika lebih banyak orang memilih Jokowi-Jusuf Kalla.

Pagi ini Presiden dan wakil Presiden terpilih akan dilantik.

Saya harus sportif, mendukung pilihan saudara sebangsa yang jumlahnya lebih banyak menurut penghitungan suara panitia Pemilu yang resmi diakui negara.

Dukungan saya pada Jokowi bukan berarti melunturkan respek saya pada Prabowo. Saya menghargai keduanya.

Saya orang bebas yang dalam setiap tindakan selalu berusaha mendahulukan kepentingan bangsa.

 

Salam,

 

Iwan Esjepe