Mobil, antara impian dan kebutuhan

Ada 1001 alasan dalam menentukan pembelian mobil. Benturan antara keinginan, kebutuhan dan kemampuan hendaknya dihadapi dengan rasional dan bijak.

Shinta (Karyawati perusahaan swasta, Jakarta)

Mimpinya sih punya mobil sport. Tapi saya realistis saja, Saat ini argo taxi makin sadis, aktifitas kesana-kemari gak mungkin dihindari. Ke kantor, ngegym, hangout sama temen-temen, saya butuh mobil yang irit, nggak repot dalam artian perawatannya dan terjangkau harganya, gaya juga harus keren tentunya. 

Agus (Guru SMA, Medan)

Maunya sih SUV yang besar. Tapi itu khan cita-cita, kenyataannya mobil tua yang sekarang saya punya makin sering ngadat, mogok melulu. Bolak-balik masuk bengkel, selain bikin kesel, itu juga nguras kantong. Saya pengen mobil baru yang andal mesinnya, irit bbm, bisa muat banyak, dan tongkrongannya juga mesti gagah.

Tati (Ibu Rumah Tangga, Surabaya)

Doa saya, punya mobil yang banyak. Tapi terlalu banyak juga buat apa? Nambah satu lagi saja sudah cukup, biar nggak harus rebutan pakai mobil dengan suami seperti sekarang. Saya dan anak-anak maunya mobil yang tampilannya trendy, desainnya OK, bisa dibanggain.

 

Shinta   : Mobil ini menjawab kebutuhan saya.

Agus     : Mobil ini bisa diandalkan

Ibu Tati : Mobil ini sesuai harapan kami

 

Klik link ini untuk memenangkan satu Karimun Wagon R Type GS

GRATIS