#10 Serbuan Porter

 

(Surat Indah untuk Ellysa Julia, sahabat, di Jakarta)

 

Bintaro, 17 Juni 2011

 

Pagi tadi aku mengantar Iwan, Ikyu, dan Decyca ke Tanjung Priok. Karena ada pekerjaan yang harus kuselesaikan, aku tak ikut naik kapal ke Belawan, tapi akan menyusul mereka ke Banda Aceh dengan pesawat pada hari Senin, 20 Juni nanti.

Masih ingat 15 tahun yang lalu, waktu kita naik kapal pesiar Awani Dream dari Tanjung Priok. Omong-omong, bagaimana kabarnya kapal pesiar itu sekarang? Apakah masih berlayar atau sudah jadi besi tua? Karena sejak krisis moneter tahun 1997, keberadaan Awani Dream sudah tak kedengaran lagi kabar beritanya. Dibandingkan dengan tahun 90-an, Tanjung Priok sepertinya tidak banyak berubah, masih terkesan kumuh dan “angker”. Begitu mobil kami masuk areal parkir pelabuhan, belasan porter berlarian mengejar dan mengerumuni, beberapa bahkan menaiki bagian belakang mobil.

Kami minta dua orang porter saja untuk membantu. Lumayan juga kalau harus membawa barang-barang sendiri, karena jarak dari tempat parkir mobil ke kapal cukup jauh. Yah, berjalan 200 meter sambil memanggul empat ransel plus dua karung besar penuh berisi kaos, makanan, dan perlengkapan lain pasti akan membuat punggung dan pinggang terasa pegal, apa lagi kalau ditambah dengan satu dus air mineral yang sempat kubeli di ruang tunggu pelabuhan tadi.

Di Tanjung Priok, para pengantar diperbolehkan naik ke atas kapal. Aku juga ikut naik, tapi tidak lama, cuma beberapa menit karena peluit kapal sudah dibunyikan, tanda kapal sudah siap untuk berangkat. Meskipun sebentar, aku sempat melihat kabin kelas 1 yang akan ditempati, lumayan bersih dan nyaman, demikian juga kamar mandinya yang dilengkapi dengan pancuran untuk mandi air panas dan dingin. Aku harap Ikyu bisa menikmati perjalanan ini, berlayar adalah pengalaman baru baginya.

Dan sekarang, saat malam begini rumah jadi terasa sepi, pikiranku melayang kepada mereka yang sedang di atas kapal. Seperti apa suasana tengah laut di malam hari? Mabuk lautkah Ikyu? Bisakah dia menikmati perjalanannya, atau malah sudah merasa bosan? Aku berdoa semoga semuanya berjalan baik dan lancar.

Malam sudah semakin larut, aku harus segera tidur karena perlu banyak istirahat supaya flu yang sedang menyerang bisa lekas pergi. Pekerjaan dan perjalanan menanti di depan.

Sampai jumpa!

 

 

Indah