#7 Dan Perjalanan Dimulai

(Surat Ikyu untuk Ndaru dan Ike Kuntoro, om dan tante, di Jakarta)

 

Kamar 601, KM KELUD, 17 Juni 2011

Om Ndaru dan Tante Ike, hari ini kami bangun pagiii sekali dan langsung sibuk merapikan semua barang yang dibutuhkan selama perjalanan. Ibu kelihatannya yang paling pusing mengurus semuanya, mulai dari baju, makanan, senter, sampai charger dan laptop. Walaupun sebenarnya aku ikut mempersiapkan, tapi sepertinya tidak terlalu membantu. Aku bingung, perjalanannya kan lama jadi sepertinya ada saja barang yang masih perlu dibawa.

Tepat jam 7 pagi kami berangkat ke Pelabuhan Tanjung Priok, Om Bimo yang mengantar kami ke sana. Selama 11 tahun hidup, aku belum pernah ke Tanjung Priok. Jadi inilah pertama kali aku melihat suasana Pelabuhan Tanjung Priok. Tempatnya agak kumuh dan berantakan. Aku melihat banyak sekali tumpukan kontainer. Waktu baru datang, ada banyak sekali porter yang mendatangi kami, jumlahnya belasan, tapi kami hanya pilih dua orang. Setelah menawar, porter itu setuju untuk dibayar Rp35.000 per orang. Kalau kupikir biaya itu lumayan murah karena barang bawaan kami banyak dan berat sekali, lagi pula jalan dari tempat parkir mobil sampai naik ke atas kapal cukup jauh. Walau tahu di dalam kapal akan ada orang yang berjualan, ibu tetap membelikanku cemilan dan satu boks air mineral untuk bekal, kata ibu, kemungkinan harga di kapal akan lebih mahal.

Oh ya, kamar kami di KM KELUD terletak di dek 6, dekat dengan toko yang menjual macam-macam keperluan penumpang. Enak, bisa bolak-balik beli makanan dan minuman. Dan waktu masuk ke kamar aku langsung lega waktu melihat sebuah TV kecil di atas meja. Walaupun gambarnya tidak sebagus TV di rumah tapi lumayanlah untuk hiburan dari pada bosan dan mati gaya.

Sayang sekali, karena masih ada pekerjaan, Ibu tidak bisa ikut bersama-sama naik kapal laut ke Medan. Ibu baru akan menyusul ke Banda Aceh nanti pada tanggal 20 Juni dengan pesawat terbang, dan dari sana kami akan naik feri ke Sabang di Pulau Weh.

Rasanya aku tidak sabar ingin cepat-cepat sampai di Banda Aceh dan bertemu Ibu lagi.

 

Ikyu