#6 Air Kelapa dan Malaria

 

(Surat Indah untuk dr. Pitut A. Savitri, sahabat, di Jakarta)

 

Kemang, 16 Juni 2011

 

Aku sedang flu berat. Tetapi, surat ini kutulis bukan karena ingin meminta resep obat influenza, hanya ingin mengabarkan kalau kami sekeluarga saat ini sudah siap untuk pergi berlayar. Sungguh menyebalkan, mendekati hari keberangkatan aku malah jatuh sakit. Mungkin karena kelelahan, menjelang berangkat kesibukan memang semakin menjadi-jadi, ada saja yang masih harus dibereskan, seolah tak ada habisnya. Mudah-mudahan vitamin dan sedikit istirahat bisa membuatku cepat pulih lagi.

Terima kasih untuk informasimu mengenai obat anti malaria itu. Sesuai saran, kami sudah meminumnya seminggu sebelum pergi, dosis 2 butir untuk aku dan Iwan, 1 butir untuk Ikyu. Apakah obat ini punya efek samping bikin ngantuk? Soalnya, setelah minum obat itu tidur kami jadi pulas. Untung kami minum pada malam hari menjelang tidur sehingga tak mengganggu aktivitas

Banyak teman bilang bahwa pergi ke Sabang dan Merauke berisiko besar terkena malaria, karena dua daerah itu memang masih dinyatakan sebagai daerah endemik malaria. Dari cerita yang kudengar, penyakit yang ditularkan lewat gigitan nyamuk anopheles ini susah sembuhnya. Ada teman yang pernah sakit malaria, biarpun sudah lama terkena, terkadang dia masih suka kambuh, diserang demam. Mudah-mudahan dengan minum obat sesuai anjuran kami terbebas dari malaria.

Begitu banyak informasi yang kuterima mengenai penyakit itu. Agar tak terkena, beberapa teman juga berpesan supaya kami tidak minum air kelapa muda selama di Sabang dan Merauke. Meskipun masih belum menemukan jawaban mengenai hubungan antara minum air kelapa muda dengan malaria, kupikir, daripada harus menanggung risiko mungkin tidak ada salahnya kalau kami mengikuti anjuran tersebut. Semoga tak ada kelapa muda yang menggodaku di sana.

 

 

Indah