#2 Que Sera-Sera

 

(Surat Iwan untuk Hanny Kardinata, sahabat, desainer grafis senior, di Jakarta)

 

Kemang, 15 Mei 2011

 

Bagaimana kabar Anda hari ini?

Semoga selalu sehat dan dapat beraktifitas seperti biasa. Melalui surat ini saya dan Indah ingin mengabarkan rencana perjalanan yang pernah kita bicarakan tempo hari. Kami sudah menemukan judulnya. Kata “ekspedisi” kami hindari karena rasanya terlalu berat, selain itu kami juga sadar bahwa tidak ada penyelidikan yang kami lakukan dalam perjalanan nanti. Ini hanyalah petualangan ringan sebuah keluarga yang ingin berkunjung, melihat, menyapa, dan mencari teman baru di sepanjang perjalanan. Setelah bicara ngalor-ngidul, akhirnya kami bertiga sepakat untuk menamai perjalanan ini, Kunjung 2 Ujung yang artinya mengunjungi Kota Sabang di ujung atas Pulau Sumatra, dan Kota Merauke yang berada di ujung bawah Pulau Papua.

Indah baru saja selesai mendesain logonya. Bersama Ikyu dia pergi ke Mall Ambasador untuk membuat bordiran emblem, dan asisten di rumah yang punya hobi menjahit sudah menempelkannya di jaket dan ransel kami, melengkapi spanduk mini yang sablon dua hari lalu. Gaya sekali, ya?

Untuk perjalanan ke Sabang kami akan naik KM KELUD, kapal milik PELNI, yang akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Belawan di Medan. Sesampainya di Medan nanti kami harus melanjutkan perjalanan darat ke Banda Aceh dengan menggunakan bus malam, dilanjutkan dengan naik feri yang akan membawa kami menyeberang ke Sabang di Pulau Weh. Sedangkan untuk rute timur, dari Jakarta kami berkereta api ke Surabaya, lalu naik KM KELIMUTU yang akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak. Nantinya akan ada belasan pelabuhan yang bakal kami lewati sebelum sampai di tujuan akhir, Pelabuhan Merauke.

Wah, jangan ditanya bagaimana perasaan hati ini, antara semangat sekaligus deg-degan, antara ingin buru-buru, tapi juga masih terbersit rasa ragu. Hal yang membuat saya, indah dan Ikyu tetap bersemangat adalah karena rasa penasaran kami pada cerita tentang keindahan di banyak tempat di berbagai pelosok negeri ini. Bagi kami, ini juga merupakan kesempatan langka yang mungkin tak akan muncul dua kali. Mumpung kami masih punya kesempatan, waktu, dan tenaga untuk melakukannya. Semoga saja saya, Indah, dan Ikyu juga bisa menikmati sekaligus belajar banyak hal dari perjalanan ini.

 

Whatever wil be, will be.

 

Salam untuk Ibu Shirley dan Swara di rumah.

 

 

Iwan