#1 Sebuah Rencana

 

 

(Surat Indah untuk Sita Dercon Kakiailatu, sahabat lama, di Fukuoka, Jepang)

 

Bintaro, 12 Mei 2011

 

Apa kabar?

Sedang musim apa sekarang di Fukuoka?

Apakah di Jepang anak-anak sekolah sudah mulai liburan? Di sini, murid-murid sekolah sedang sibuk menghadapi ujian akhir. Ikyu juga sedang sibuk dengan ujian SD-nya. Bagaimana dengan Joella? Ya ampun, Sita, cepatnya waktu berjalan, mereka sekarang sudah menjadi gadis, bukan lagi anak kecil yang kita antar ke sekolah sembilan tahun lalu. Sekarang, justru kita yang sering minta ditemani ke mana-mana.

Sayang sekali saat kamu pulang liburan ke Indonesia nanti kita tidak bisa ketemu karena kami sedang tidak berada di Jakarta. Setelah Ikyu selesai ujian, dan semoga saja dia lulus, aku dan Iwan akan mengajaknya pergi naik kapal laut ke Sabang dan Merauke. Inginnya sih bisa keliling Indonesia, tapi untuk mengelilingi Indonesia yang begitu luas pasti butuh waktu panjang dan biaya yang tidak sedikit. Dengan pergi ke Sabang dan Merauke naik kapal laut kami berharap akan ada banyak tempat yang bisa dilihat dan disinggahi di sepanjang perjalanan, orang yang akan kami jumpai juga pasti akan lebih beragam. Kulihat Ikyu juga senang dan bersemangat sekali dengan rencana ini.

Meskipun pergi ke Sabang dan Merauke bukan perjalanan yang luar biasa karena sudah banyak orang melakukannya, tapi bagiku ini istimewa, karena selain dilakukan bersama keluarga, naik kapal laut juga akan memberi pengalaman yang berbeda. Tak sabar rasanya untuk mengunjungi tempat-tempat yang sebagian besar baru kulihat di atas peta saja. Aku ingin melihat, merasakan, sekaligus mengenal lebih dekat negeri yang laksana sutra biru bertabur jamrud teruntai di sepanjang garis khatulistiwa ini. Pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang.

Selain menemani Ikyu yang sedang berkonsentrasi dengan ujiannya, saat ini aku juga harus mulai packing dan mengatur segala urusan rumah yang bakal kami tinggal selama satu bulan lamanya. Jadwal dan tiket PELNI baru bisa diperoleh dua minggu sebelum keberangkatan, itu membuatku sedikit cemas karena tiket pesawat untuk pulang ke Jakarta tidak bisa kupesan sejak jauh hari. Berarti aku harus membeli tiket pesawat dengan harga yang lebih mahal. Tampaknya budget yang harus kami sediakan untuk perjalanan ini akan membengkak, lebih besar dari perhitungan awal. Apa boleh buat, keinginan dan rasa ingin tahu kami begitu besar pada perjalanan kali ini.

 

 

Indah