Anis Baswedan Vs Ridwan Kamil #APMF2014

Setelah beberapa kali digelar, baru kali ini saya berkesempatan untuk menghadiri Asia Pacific Media Forum, sebuah pertemuan yang membahas masa depan media dunia. Mulai dari trend digital yang terus merangsek kehidupan manusia di dunia dengan segala problematikanya, hingga cara-cara terkini memanfaatkannya.

Digital tak ubahnya pedang bermata dua, bisa sangat bermanfaat, tapi juga bisa mengundang mudarat alias kerugian bagi masyarakat penggunanya.

Pembicara banyak datang dari berbagai matra ilmu dan negara, dari yang masih muda hingga yang sudah berumur, dari yang membagi ilmu hingga yang sekedar berjualan semata.

 

 

Dari banyak pembicara, kehadiran Abdee Slank, Anis Baswedan, dan Ridwan Kamil saya catat dengan khusus.

Catatan saya tentang Abdee Negara Slank,

Saya yakin bukan soal yang sulit bagi Abdee dan grup Slank-nya untuk mengumpulkan massa. Tabuhan drum, cabikan gitar, dan suara khas Slank dengan segera akan memanggil para Slanker dari seluruh penjuru negeri berduyun datang.

Yang saya salut adalah bagaimana Abdee Negara dan Slank mampu memberi contoh menggunakan talentanya untuk menjadi pemandu sorak, mempersatukan begitu banyak orang dari banyak perbedaan suku, agama, kelompok, usia dalam satu cawan bernama musik.

Catatan saya tentang Anis Baswedan,

Sudah lama saya mengikuti kiprah cucu Abdurrahman Baswedan ini, mulai dari saat dia kuliah di UGM, dapat bea siswa Fullbright, kuliah di Jepang, hingga yang terkahir dengan aktifitas Indonesia Mengajarnya.

Baru ini waktu saya bisa melihat, mendengar langsung visi dan misinya tentang masa depan bangsa yang ada dalam pikirannya. Lewat presentasi tanpa teks itu saya semakin yakin Anis adalah orang pintar yang baik.

Anis mengajak kita untuk menjadi warga negara yang peduli akan masa depan Indonesia, Anis mengajak kita meningggalkan warisan yang baik bagi anak cucu kita kelak, warisan yang bukan hanya harta benda, tapi juga sebuah Indonesia yang bermartabat dan dihargai dunia.

Jika Presiden tak banyak diintervensi dalam menentukan kabinetnya, Anis selayaknya mendapat kursi menteri untuk ikut membangun dan memperbaiki negeri ini.

Catatan saya tentang Ridwan Kamil,

Revolusi di Tanah Pasundan. Dari Kotamadya Bandung virus kemajuan Jawa Barat dan Indonesia mulai menjalar. Sebagai orang muda Ridwan Kamil tahu persis cara merekatkan hubungan dan komunikasi dengan dan antar masyarakat menggunakan teknologi.

Twitter kini bukan barang aneh bagi kebanyakan orang Bandung, melalui twitter wailkota bisa menerima keluhan dan mendapat masukan. Perangkat pemerintahan yang tadinya berprinsip ABS (Asal Bapak Senang) kini tak bisa lagi berkutik. Semua berjalan transparan dan terkendali.

Hubungan antar warga terus dieratkan, bioskop gratis digelar bukan hanya untuk menghibur tapi juga guna mengakrabkan hubungan antar warga. Ada hari khsusus berbahasa Inggris (Kamis), hari berbahasa Sunda (Rabu), hari bersepeda (Jumat), hari Cinta produk lokal (Sabtu), Hari tanpa rokok (Selasa), dan Hari naik Damri Gratis bagi pelajar (Senin)

Getar revolusi yang mulai menjalar ini bukan hanya dirasakan oleh kami warga Indonesia yang ada di ruangan Nusa Dua Convention Center saja, banyak pembicara dan peserta dari negara lain pun menyatakan keterkejutan sekaligus kekaguman pada gebrakan pemuda bernama panggilan “Emil” ini,

Abdee Negara, Anis Baswedan, Ridwan Kamil adalah tiga contoh lokomotif muda yang akan membawa perbaikan bagi Indonesia. Saya yakin akan semakin banyak orang muda kita yang melakukan hal yang sama.

Anda siap bergabung dalam usaha untuk mewujudkannya?

 

Salam dari Nusa Dua