Lagu damai

Permintaan Ari Dharmawan untuk dibuatkan lirik lagu bertema adu domba terus terang membuat saya gelagapan. “Lagunya jangan seperti mars pemerintah, apalagi seperti lagu wajib kebanyakan”. “Liriknya suka-suka loe, musiknya juga akan santai dan rileks saja”, begitu pesannya.

Dalam tempo sesingkat-singkatnya lahirlah lirik lagu itu:

Kayak jangkrik,

Kayak ayam,

Kayak cupang,

Kita sedang diadu domba

Dia bilang: Amir licik

Dia bilang: Badu juga suka curang

Amir lalu pukul Badu, babak belur, benjol-benjol

Badu lalu tendang Amir, benjol-benjol, babak belur

Si Amir dan si Badu, saling caci dan saling benci

Si Amir dan si Badu, saling tantang dan saling serang

Si Amir dan si Badu, bukan untung kok malah buntung

Kita orang, jangan mau diadu…

(Indonesia subur tanahnya, rukun orangnya)

Tukang hasut, kipas sana

Tukang hasut, juga kilik sini

Kita perang, dia senang

Rugi kita, untung di dia

Kita berang, dia girang

Untung dia, rugi kita

Si Amir dan si Badu, saling caci dan saling benci

Si Amir dan si Badu, saling tantang dan saling serang

Si Amir dan si Badu, bukan untung kok malah buntung

Kita orang, jangan mau diadu…

(Indonesia subur tanahnya, rukun orangnya)

 

 

Pemilu sudah berakhir, pemenang sudah diputuskan. Namun rasanya lagu ini masih layak untuk terus dilantunkan,

karena mengingat bahwa, kerukunan adalah modal mencapai kemajuan.

Terima kasih untuk Ari Darmawan dan tim Kinarya Rumah Kita.

 

Salam rukun untuk semua,