Iyenk August 24

Tags

Selamat jalan kawan…

Ini hari berkabung, satu orang teman SMA dan satu orang teman kuliah saya meninggal di hari yang sama. Teman saya di SMA itu bernama Achmad Ludfie Chalik, tinggalnya di Bandung. Dini hari, Sabtu 23 Agustus 2014 dipanggil oleh sang pencipta. Belum surut kesedihan, sekitar jam 4 sorenya saya dapat satu berita duka lagi. Iyenk Setioko, teman baik saya saat kuliah juga dipanggil oleh Sang Kuasa.

Walau tak terlalu kenal dekat dengan Achmad Ludfie Chalik (karena banyaknya jumlah siswa satu angkatan yang hampir 1000 orang) kepergiannya tetap membuat saya kehilangan. Selamat jalan kawan.

Soal Iyenk agak lain. Dia adalah teman yang lumayan amat sangat dekat. Pacarnya, yang sekarang jadi suaminya, adalah teman kost saya saat kuliah dulu.

Mulai dari kuliah di kampus, jalan-jalan di Depok dan Pasar Minggu, wah pokoknya banyak sekali kebersamaan yang pernah kami jalankan bersama dia dan teman-teman.

Hal yang juga selalu membuat saya teringat pada Iyenk adalah buku-buku yang pernah saya beli darinya, Iyenk berhasil meyakinkan saya bahwa buku-buku itu sangat penting untuk jadi bacaan Ikyu ketika masih kecil dulu. Dan, ternyata dia benar, dari buku-bukunya itu Ikyu bisa belajar tentang banyak hal. Terima kasih, Iyenk.

Hampir setiap tahun kita berkumpul untuk reunian di rumahnya, di daerah Mampang. Pertemuan yang selalu penuh tawa, selalu banyak tersaji kegembiraan saat kami berkumpul bersama.

Iyenk kemarin pergi untuk selamanya, tak akan terdengar lagi tawanya, tak akan lagi terlihat senyumnya. Tapi kenangan tentangnya akan selalu tersimpan baik di hati kami, teman-temannya.

Semoga dia sekarang sudah senang dan tenang di sisi Tuhan. Semoga Tekik, suaminya, dan juga anak-anaknya diberi kekuatan dan ketabahan.

Kita akan selalu mengingat Iyenk sebagai teman baik yang menyenangkan.

 

Selamat jalan sahabat-sahabatku…