Indonesia, neraka bagi Belanda

Bukan hanya sebagai surga, Indonesia juga pernah jadi neraka yang mengerikan bagi Belanda. Peristiwa 8 Maret 1942 di pangkalan udara Kalijati, yaitu penyerahan tanpa syarat Hindia Belanda yang diwakili oleh Letnan Jendral H. Ter Poorten kepada bala tentara Jepang yang dikomandoi oleh Jenderal Imamura membuat kondisi orang-orang Belanda di Indonesia jungkir balik.

Orang-orang Belanda yang tadinya jadi tuan dan nyonya terhormat tiba-tiba harus kehilangan hak-hak nikmatnya, mereka diinternir, ditempatkan di sebuah lokasi yang mirip dengan penjara, dikerangkeng, disiksa hingga dibunuh di rumah/komplek yang dikelilingi oleh kawat-kawat berduri.

Hampir setiap kota besar memiliki kamp interniran, ada yang khusus menampung anak-anak dan perempuan, ada juga yang khusus untuk tentara dan laki-laki. Bagaimana sengsaranya hidup di kamp interniran bisa kita lihat dalam buku Achter de Kawat, karya Charles Burki, seorang tentara Belanda kelahiran Magelang.

Dari gambar-gambar “di balik kawat” yang tersaji kita bisa membayangkan bagaimana kondisi kehidupan orang-orang Belanda yang sedang menjadi tawanan Jepang saat itu dan bagaimana mereka bertahan dalam situasi yang amat sulit di hari-hari terakhir mereka di Hindia Belanda. Siapa bilang Indonesia cuma jadi surga bagi orang Belanda?

Episode kehidupan memang tak pernah ada yang abadi, karena keabadian hanya terjadi pada perubahan itu sendiri.

Salam,