Guru gila dari Semarang

Ada orang yang menjadi guru karena terpaksa, ada yang menjadi guru karena panggilan jiwa. Wesiati Setyaningsih salah satunya. Di sampul paling depan bukunya yang berjudul Tersesat di Jalan yang Benar, guru bahasa Inggris sebuah SMA di Semarang itu menulis, “Hidup itu pilihan. Itulah yang membawa saya menjadi guru. Kalau sebagian orang menjadi guru karena takdir, saya adalah orang yang menjemput takdir. Saya menjadi guru setelah delapan tahun menjadi PNS”.

Buku ini memang bukan buku yang wajib untuk dibaca, tapi saya yakin, orang yang membacanya akan banyak sekali mendengar banyak pengalaman lucu, berkesan, mengharukan terkadang menjengkelkan. Perjuangan Wesiati untuk keluar dari jalur normal mengajar yang (sering) membosankan tak jarang mendapat berondongan pertanyaan, keraguan, dan (terkadang) penolakan.

Sesuai namanya, hatinya keras, terus berjuang untuk mewujudkan sebuah cara belajar baru yang lebih seru, yang lebih diterima oleh murid-muridnya. Karena pelajar yang bisa belajar dengan gembira akan mendapat hasil yang lebih baik tentunya.

Dari Semarang Wesiati melemparkan suar, menginspirasi sekaligus mengingatkan kita, cara belajar harus terus diperbarukan, untuk menghindari kejemuan pelajar untuk belajar.

Untuk , pelajar, mahasiswa, guru dan orang tua murid, buku ini manfaatnya banyak.

Sayangnya buku bagus setebal 200 halaman ini jumlahnya terbatas dan tidak dijual di toko buku. Setahu saya buku ini adalah cetakan ke dua, cetakan sebelumnya (yang jumlahnya tidak banyak) sudah habis, ada yang dibeli orang ada yang dbagikan cuma-cuma.

Jika ingin memiliki buku tulisan lulusan sastra Inggris Undip dan Magister Manajemen Undip ini Anda bisa langsung menghubungi Wesiati di 0857 2794 4285. Harganya Rp 25.000,-   (Jangan sampai kehabisan, pesan dan beli segera! Wesiati tidak cetak banyak)

Semoga Tuhan memberkati, sehingga mantan Kepala Seksi Pelayanan Umum Kelurahan Srondol  Wetan Kecamatan Banyumanik Semarang ini  bisa terus belajar dengan ceria bersama murid-muridnya.

 

Salam,