Kliping : Kenangan lama, sahabat pena.

Belum ada komputer, yang ada hanya mesin tik, sebagian besar malah masih menuliskan suratnya dengan tangan, pakai pena.

Hari ini tugas pak pos tak seberat dulu lagi, komunikasi lebih banyak dilakukan lewat e-mail, telepon, sms, twitter, path, dan banyak saluran modern lainnya. Yah, korespondesi via surat berperangko kini memang kian langka.

Sahabat pena, mungkin dari bahasa Inggris Pen pal,  pertemanan yang terjadi karena adanya interaksi saling berkirim surat, umumnya kebiasaan ini juga diikuti dengan hobi filateli, mengoleksi perangko.

Bahagia rasanya mendapat surat dari sahabat yang tinggalnya jauh dari tempat tinggal kita. Saling berkabar soal pelajaran di sekolah, tradisi di tempat tinggal masing-masing, dan banyak cerita seru lainnya. Buat anak sekarang mungkin ada yang bertanya bagaimana anak-anak/remaja zaman itu mendapatkan nama dan alamat teman untuk dijadikan sahabat penanya? Dari majalahlah mereka mendapat teman. Kok bisa? Buat mereka yang masa kecil dan remajanya di tahun 70-80 an mungkin masih ingat adanya kolom-kolom “persahabatan” di majalah mereka.

Melalui “Sahabat Bobo” ini misalnya, kita bisa memilih teman untuk kita jadikan sahabat pena. Lihat foto mereka, siapa tahu masih ada yang bisa dikenali, apakah mereka teman, saudara, tante, om, atau malah salah satu dari mereka adalah orang tuamu? Hehehe…

Silakan klik gambarnya, untuk lebih jelas melihat wajah, alamat, dan hobi mereka :))

Sahabat (1 of 6)

Sahabat (2 of 6)

Sahabat (3 of 6)

Sahabat (4 of 6)

Sahabat (5 of 6)

Sahabat (6 of 6)

Ada nama atau wajah yang kamu kenal?

Salam,

keluarga esjepe