Sebuah keluarga jawa tahun 40-an

Tahun 1940 Indonesia belum merdeka, semua orang tahu itu. Tapi mungkin belum semua orang tahu kalau di zaman itu orang kita sudah banyak mengenal dan mengonsumsi berbagai produk yang sudah kondang kemana-mana.

Keluarga Pak Wignjo misalnya, istrinya (sebut saja Bu Wignjo) begitu lama menghabiskan waktunya di kamar mandi, ritual bersih badan itu jadi semakin menyenangkan begitu sang suami membelikannya sabun mandi yang dibilang sebagai sabun yang ‘boesanja lebih lemes dan wanginja sedep sekali”.

Bukan cuma karena sabun yang ‘tida mengandoeng gemoek binatang’, Bu Wignjo juga tidak lagi malu-malu untuk tersenyum lebar, gigi putihnya bersinar bagaikan mutiara yang  mahal harganya.

Kepada dua anak gadisnya, Tati dan Yanti, Bu Wignjo juga kerap menasehati untuk selalu menjaga penampilan dalam pergaulan. Bau badan? “Aduuh, amit-amit, anak gadis harus pandai merawat diri agarenteng jodoh!”, begitu katanya.

Meski anak yang baik, Yanti, si anak bungsu, selalu ingin mencoba hal-hal baru. Untuk sabun mandi, misalnya, dia lebih memilih sabun yang kata teman-temannya sudah banyak dipakai bintang-bintang film. Yanti memang punya sifat pemberontak rupanya.

Tapi untuk sarapan Yanti selalu menurut apa kata ibunya, mungkin karena dia memang cocok dengan margarine yang selalu dioleskan pada rotinya. Yanti juga sangat percaya pada ibunya yang mengatakan, bahwa margarine punya kandungan vitamin A dan D yang baik bagi kesehatan tubuh.

Suatu hari, Pak Wignjo mendadak demam, panas badannya naik drastis, dokter bilang dia habis digigit nyamuk Anopheles. Tetapi bu Wignjo terlihat kalem, sama sekali tidak panik.  Dia segera pergi ke toko obat, dengan pil kina dia yakin suaminya akan sembuh  dalam waktu 7 hari.

Bu Wignjo memang istri yang baik, selain itu dia juga sangat pintar memasak. Untuk bisa menghasilkan makanan yang enak bagi keluarganya, Bu Wigjo butuh kompor yang cepat panas tapi tetap hemat minyak. Dia tahu harus memilih yang mana…

Malam hari adalah waktunya berkumpul bagi keluarga Pak Wignjo. Berbeda dengan rumah lain yang terlihat gelap, rumah keluarga ini terang benderang dan ceria, oh itu ternyata karena lampu yang dibelinya di Firma Joseph Rute di Semarang dua minggu yang lalu.

Kadang-kadang udara malam yang dingin bisa bikin bu Wignjo batuk. Bila hal ini terjadi, Pak Wignjo tahu apa yang harus dilakukannya… Segera saja diambilnya botol obat batuk dari lemari obat dan disuapkannya obat batuk yang terkenal mustajab kepada istrinya. Tak lama lagi pasti segera sembuh.

Demikianlah sepenggal ilustrasi kehidupan sebuah keluarga jawa yang terinspirasi dari iklan di majalah Kejawen terbitan tahun 1940.

Selesai.