Cina gila itu bernama Yap…

Ya, Yap namanya.
Dia membangkang dan tak sudi disuruh ganti nama, dia tetap memakai nama Cinanya,  Apa yang Anda tahu tentang orang ini? Beberapa orang mungkin pernah bertemu dengannya, mendengar namanya, tapi tidak sedikit juga yang belum mengenal sosok manusia unik yang pernah dimiliki bangsa ini. Jalan hidup membuatnya serba minoritas, sudah Cina, Kristen, dan Jujur lagi! Itulah pendapat Arief Budiman tentang pengacara kelahiran Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam, 25 Mei 1913 itu.

40 fakta tentang Yap

1.   Yap lahir 25 Mei 1913 Di Banda Aceh
2.  Yap lahir dari sebuah keluarga Cina yang bangkrut
3.  Yap punya ayah bernama Yap Sin Eng
4.  Yap punya ibu bernama Hoan Tjing Nio
5.  Yap punya buyut bernama Yap A Sin
6.  Yap punya adik lelaki bernama Yap Thiam Bong
7.  Yap punya adik perempuan bernama Yap Thiam Lian
8.  Yap punya anak sulung bernama Yap Hong Gie
9.  Yap diasuh oleh seorang perempuan Jepang bernama Sato Nakashima
10.  Yap lulus Europeesche Lagere School  (ELS) tahun 1926

11.   Yap masuk Algemene Middelbare School di Bandung tahun 1930
12.  Yap masuk Holladsche Chineesche Kweekschool di Meester Cornelis tahun 1933
13.  Yap mengajar di Chinese Zendingschool Cirebon tahun 1934
14.  Yap dibaptis di gereja Patekoan Batavia tahun 1938
15.  Yap kuliah di Fakultas Hukum Universitas Leiden tahun 1946
16.  Yap meraih “Meester in de rechten” tahun 1947
17.  Yap menikahi Tan Gien Khing Nio tahun 1949
18. Yap mendirikan Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia (1954)
19. Yap mewakili etnis Cina untuk Partai Kristen Indonesia di konstituante
20. Yap menolak anjuran presiden untuk kembali ke UUD 1945 (1959)

21.   Yap ikut mendirikan Persatuan Advokat Indonesia (Peradin)
22.  Yap mendirikan Lembaga pembela HAM (1966)
23.  Yap membela Soebandrio (yang berseberangan dengannya) di Mahmilub
24.  Yap pernah ditahan karena tuduhan terlibat PKI
25.  Yap menjadi anggota komite dewan gereja sedunia
26.  Yap ditahan tanpa proses peradilan selama 1 tahun, setelah peristiwa Malari
27.  Yap membela Oei Tjoe Tat, Suwito, dan Letkol Latief
28.  Yap menolak ganti nama, menurutnya penghilangan identitas itu pelanggaran HAM
29.  Yap menentang pasal 6 UUD 1945 yang mengatakan, “Presiden adalah orang Indonesia asli” (9 November 2001 MPR mengamandemen pasal itu)
30.  Yap mau membela siapa pun yang diperlakukan tidak adil

31.   Yap membela Soebandrio, padahal Soebandrio adalah musuh politiknya sendiri
32.  Yap sering menggratiskan konsultasi hukumnya
33.  Yap bersedia membela terdakwa yang anti cina
34.  Yap berperan dalam pendirian Universitas Res Publica (sekarang Universitas Trisakti) dan Tarumanagara di Jakarta
35.  Yap bukan pengacara yang glamor
36.  Yap mencari kebenaran, bukan kemenangan
37.  Yap meninggal di Brussel, 25 April 1989
38.  Yap (Jika masih hidup) tahun ini dia merayakan ulang tahunnya yang ke 100
39.  Yap juga sering disapa dengan panggilan John
40.  Nama Yap sekarang dipakai sebagai penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang dipandang berjasa menegakkan hak asasi manusia di Indonesia, Yap Thiam Hien.

Indonesia saat ini memang membutuhkan orang gila seperti Yap, orang yang punya pendirian dan keyakinan akan kebenaran yang harus dipertahankan, tidak goyah oleh iming-iming suap jabatan dan uang. Yap Thiam Hien memegang kukuh semboyan fiat justitia ruat coelum, keadilan harus ditegakkan walau langit runtuh sekalipun.

Salam,

Iwan Esjepe

Dari berbagai sumber