Surat Oma Naniek dari Nanning

Ikyu terkasih,
Setelah terbang selama empat setengah jam dari Jakarta, pesawat  Sichuan Air menyentuh landasan dengan mulus di  Nanning Wuxu International  Airport  di Cina Selatan. Bandara ini tidak ramai, tetapi cukup luas dan kelihatan sebagian besar bangunannya baru.
Kota Nanning terletak di Cina Selatan ini berpenduduk  sekitar 4 juta orang, 10 tahun yang lalu Nanning merupakan kota kecil yang dipenuhi semak belukar, namun sekarang  Nanning menjadi kota besar, indah dan penting karena juga menjadi pintu masuk barang impor dari negara-negara Asia.
Biasanya kita kenal “Taman didalam Kota”  tetapi  kota di Cina Selatan ini terkenal dengan nama sebutan  “Kota di dalam Taman”  karena begitu banyak taman di dalam dan sekitar kota. Suhu udara sejuk, berkisar 15 – 20 derajat celsius. Tanahnya  berbukit-bukit dengan belasan taman. Di sepanjang jalan besar selalu ada pohon-pohon yang pada bulan September tumbuh kembang yang menyebarkan aroma wangi, membuat daerah sekitarnya harum semerbak.
Kami sempat mengunjungi Qing Xiu Hill. Taman yang luas, di atasnya dibangun Pagoda, kota Naning dan daerah sekitarnya dapat disaksikan dengan baik dari puncak bukit ini. Qing Qiu San yang artinya gunung hijau nan cantik, bukit seluas 10 hektar ini dipenuhi dengan banyak taman tertata apik dan ada hutan kecil  yang dilindungi.
Dalam perjalanan dari Naning  dengan bus, melewati  jalan tol baru yang lebar dan  mulus, kami  memasuki  daerah Guilin yang terkenal karena keindahan panorama alamnya yang memukau. Sejauh mata memandang tampak ribuan bukit batu tertancap indah.
Ikyu, ternyata pemandangan inilah yang menjadi inspirasi para pelukis Tiongkok dan menuangkannya dalam kanvas. Pemandangan perbukitan berlapis dengan selubung kabut yang terus membubung masuk ke kayangan. Memang di daerah ini selalu berkabut dan hujan gerimis sering hadir.
Hampir di setiap bukit itu ada guanya. Katanya di sana ada  99.000 bukit. Betapa ajaib sekaligus indahnya ciptaan Tuhan ini! Menurut cerita, Tuhan menciptakan keindahan ini dengan gempa dahsyat yang terjadi ribuan tahun silam.
Guilin disebut juga bukit imajinasi, karena bukit-bukit disana  bentuknya banyak yang unik, sehingga dapat memunculkan imajinasi  tertentu, misalkan seperti binatang onta atau gajah atau beribu imajinasi yang lain.
Crown Cave
Objek wisata yang satu ini menjuguhkan keindahan gua di salah satu bukit di Yangshuo, untuk mencapainya kita harus mengikuti Li River cruise, menyusuri sungai Li yang penuh sensasi.
Di kiri-kanan sungai terlihat bukit-bukit batu berpahat indah, diselingi  belukar dan pohon perdu  yang menyembul dicelah-celahnya. Kadang tampak samar karena kabut. Kamera tak henti mengabadikan panorama yang tersebar sepanjang perjalanan. Arus sungainya cukup deras, perahu dan rakit kecil berlalu lalang. Lambaian  tangan para wisatawan dari perahu lain yang berpapasan membuat suasana makin gembira.
Kami juga sempat  bermalam di Guilin Merryland Resort Hotel, yang dikelilingi  oleh bermacam tempat rekreasi , termasuk lapangan golf yang luas dengan 27 holes, Guilin Merryland  theme Park, semacam Dufan kalau di Jakarta, dengan bermacam atraksi yang dikemas secara modern, mirip  Disneyland.
Ikyu, ternyata disini juga menjamur toko serba ada dan  gerai-gerai makanan cepat saji  yang berasal dari luar China  tapi dipopulerkan dengan bahasa setempat, misalnya  Carefour disebut  Tjia le fue, Mc Donald = Nai Tang Lau, Kentucky = Ken teng cie, Pizza Hut = Pie Seng Ke dan Starbucks = Sin Pak, wah, susah mengingatnya. Di Guilin ada restoran  all you can eat yang menyediakan aneka macam makanan tradisional. Yang pasti bakpao dan bakmi pasti ada. Ternyata talas jadi primadona, masakan dari bahan talas dihidangkan dalam bermacam bentuk dan rasa, tales juga muncul di hotel-hotel  berbintang lima, karena tales adalah makanan para kaisar Tiongkok sejak zaman dulu. Ada juga sup bunga teratai yang rasannya kepingin lagi!
Terlalu banyak keindahan yang kami lihat, tak cukup henya lewat surat, ajak ibu dan bapak, atau kamu pergi saja sendiri ke Naning ini, pasti menyenangkan.
Daaag , Ikyu!