Diplomasi Budaya ala Rusia

Matryoshka, matrushka, matroska, ada banyak cara untuk menuliskannya, entah mana yang paling benar, tapi saat terdengar masuk telinga, bayangan langsung ke arah boneka Rusia yang “beranak-pinak”. Boneka dalam boneka, dalam boneka, dalam boneka, dari yang terbesar hingga yang terkecil.

Matryoshka, matrushka, atau matruska pertama kali saya kenal melalui majalah Bobo puluhan tahun silam, dibilang di situ kalau boneka ini khas Rusia, gambarnya bisa macam-macam, tapi yang paling umum adalah ibu gemuk yang “mengandung” banyak orang di dalam tubuhnya. Di jaman itu, keinginan untuk melihat langsung, apalagi untuk memiliki matryoshka, matrushka, atau matruska tadi sangatlah sulit, mesti pergi ke Moskwa, dan susahnya lagi kala itu hubungan diplomatik Indonesia dengan Uni Sovyet (sebelum namanya kembali jadi Rusia) tidak sebaik sekarang.

Dunia berputar cepat, kondisi politik dunia pun sudah banyak berubah, kini kita tak perlu pergi ke Rusia untuk melihat dan memiliki matryoshka, matrushka, atau matruska tadi. Saya ketemu dengan Anna, seorang perempuan Rusia yang sekarang mengurusi toko yang khusus menjual boneka “hamil” itu di Jakarta. Dari Anna saya dapat banyak cerita tentang asal-usul dan cara pembuatannya. Di tokonya ada banyak pilihan boneka, aneka rupa wajah, serta warnanya. Mulai dari yang bergaya klasik sampai yang modern.

Di tengah toko terpampamg tulisan “From Russia with Love”, mirip dan bisa jadi memang sengaja diambil dari judul novel Ian Fleming yang kemudian difilmkan dengan judul yang sama dengan pemeran utama Sean Connery sebagai  James Bond si agen 007 di tahun 1963.

Cita-cita untuk melihat dan punya matryoskha, matrushka, atau matruska akhirnya kesampaian juga, sambil memegang dan mengamati boneka-boneka itu diam-diam saya salut kepada Anna dan teman-temannya atas upaya mereka memperkenalkan hasil budaya negerinya di Indonesia, sebuah diplomasi budaya yang berhasil mendekatkan Rusia di hati banyak orang Indonesia.

Tiba-tiba terbersit pikiran, kenapa saya tidak juga memperkenalkan budaya/karya Indonesia kepada orang-orang di Rusia? Ikyu yang ngefans pada Vladimir Putin pasti juga senang ikut pergi ke sana.