Paris di Mata Seorang Jawa

Apa jadinya seorang Jawa yang begitu pekat adat dan budayanya mendadak harus pindah dan tinggal di Eropa? Lengkap dengan beskap hitam, blangkon, dan kumis tebal, lelaki kelahiran Puger, Jember mengamati perbedaan hidup di Jawa dan Eropa.

Tetap bersemangat di usia 81

Lelaki itu adalah Drs Suyadi yang baru lulus dari Institut Teknologi Bandung di tahun 1961. Drs Suyadi, atau banyak orang belakangan mengenalnya sebagai Pak Raden dalam cerita boneka Si Unyil sebetulnya lebih dari sekedar seorang tua yang malas kerja bakti, sok wibawa, dan yang sesekali sok berbahasa Belanda. Drs Suyadi, adalah seorang seniman serba bisa yang sudah malang melintang berkreasi sejak tahun 60-an.

Drs Suyadi a.k.a Pak Raden bercerita tentang sketsa-sketsanya

Melanjutkan studi ke Prancis, tepatnya Paris, tak pelak menimbulkan benturan akal, pikiran, dan perasaan, banyak keterkejutan budaya yang dialaminya, hebatnya Drs Suyadi, dia merekamnya dalam sketsa, catatan bergambar kejadian sehari-hari.

Pak Raden, para fans-nya, dan sketsa “Iwan” yang pernah menjadi tokoh buku anak-anak thn 70-an

Di Bentara Budaya Jakarta kami menemuinya, melihat karya-karyanya dalam pameran tunggal berjudul Noir et Blanc  yang berlangsung pada 26 April hingga 5 Mei 2013. Drs Suyadi sekarang berusia hampir 81 tahun, walau duduk di kursi roda tapi tetap lantang bercerita.

Ikyu membuat kompilasi foto sketsa-sketsa Pak Raden dalam video, siapa tahu Anda tak sempat mampir, selamat menikmati!

Salam,

iwan esjepe

<p><a href=”http://vimeo.com/65639519″>Noir et Blanc</a> from <a href=”http://vimeo.com/user12130553″>Keluarga Esjepe2</a> on <a href=”http://vimeo.com”>Vimeo</a&gt;.</p>