Siapa Bilang Komik Tidak Mendidik?

Tahun gemerlap bagi komik di Indonesia boleh jadi adalah tahun 60 dan tahun 70-an, tersebut komikus kondang seperti Teguh Santosa, Ganes Th, Djair Warni, Jan (Mintaraga), San (Wilantara), Hans (Jaladara), dan Man(sjur Daman). Nama terakhir itu adalah komikus yang baru saja menggelar pameran di Bentara Budaya Jakarta, 11-20 April 2013.  Tarikan garis lurus dan lengkungnya selama 50 berkarya dipajang rapi dan bisa kita nikmati.

Dominasi cerita komik silat saat itu berputar antara  Panji Tengkorak besutan Hans Jaladara, Si Buta dari Goa Hantu karya Ganesh Th, Pendekar Gunung Sembung-nya Djair berlanjut kemudian dengan zaman Gundala karya Hasmi, serta Godam buatan Wid NS. Tak cuma cerita silat, cerita petruk gareng juga banyak disukai masyarakat.

Menjelang tahun 80-an, komik-komik terbitan Toko Buku Maranatha di Jl Ciateul, (sekarang namanya Jl Inggit Ganarsih) Bandung makin beragam, cerita petruk-gareng, dongeng maupun cerita dunia dan daerah banyak yang dibuatkan versi komiknya. PT Gramedia pernah pula menerbitkan Album Cerita Ternama, menyuguhkan ratusan cerita klasik dunia karangan Jules Verne, Karl May, Daniel Defoe, dan masih banyak yang lainnya.

Fenomena pinjam-meminjam komik pernah melanda Indonesia, tahun 74-an di Solo hampir di setiap sudut kampung terdapat Taman Bacaan, kios penyewaan komik, meski tak semahal jika membeli, menyewa komik juga terasa berat bagi saya yang waktu itu masih duduk di Sekolah Dasar. Nyaris 80% uang jajan saya yang tidak seberapa itu habis untuk menyewa komik. Kakek dan nenek saya sering geram dan melarang saya terlalu asyik dengan komik. Saya masih beruntung, beberapa orang tua teman saya ada yang menganggap komik sebagai bacaan dewasa, bisa bikin bodoh, terlarang dan tidak mendidik untuk anak-anak. Razia komik rutin dilakukan di sekolah-sekolah, mereka yang kedapatan membawa komik ke sekolah, ancaman skorsing di depan mata.

Siapa bilang komik tidak mendidik? Dulu membaca komik memang banyak dianggap sebagai momok yang mengganggu proses belajar, tapi buktinya saya justru melihat beberapa orang yang saya kenal dan sekarang sukses dulunya adalah penggila komik. Sekarang kita sering marah saat melihat anak terlalu lama di depan internet. Jangan-jangan…

Salam,

Iwan Esjepe