Iklan Ini Buatan Siapa?

Tak ada yang abadi selain perubahan. Begitu pun yang terjadi di dunia periklanan Indonesia, Waktu bergulir, era berganti. Episode iklan dengan pemeran Pak Nuradi dengan Intervista begitu menonjol di era 60 an, “Lebih baik naik Vespa” adalah salah satu slogan yang sampai hari ini masih sering kita dengar.

Tokoh lain yang harus disebut antara lain adalah Kenneth Tjahjady Sudarto atau lebih kita kenal dengan Ken Sudarto, pendiri Matari, perusahaan periklanan yang sampai hari ini masih berkibar. Perusahaan periklanan makin bermunculan di tahun 80-90 an tercatat nama Inter Admark yang kini lebih dikenal dengan nama Dentsu Indonesia, Kreasindo yang kini kita kenal dengan Leo Burnett, Ad Force kini JWT, Rama Perwira kini Grey, Komunika kini BBDO, Indo Ad kini Ogilvy & Mather, Perwanal kini Saatchi-Saatchi, dan masih banyak lagi.  Tokoh lain yang mewarnai perjalanan dunia periklanan Indonesia juga terus berlahiran, adalah Indra Abidin, Yusca Ismail, Subiakto Priosoedarsono, Ernst Katopo, Bondan Winarno, Djokolelono, Jeanny Hardono, Budiman Hakim, Narga Habib, Janoe Arijanto,  Novi Kusumawardhani, Handoko Hendroyono, Paul Sidharta, Hakim Lubis, Ricky Pesik, Firman Halim, Didit Indra, Firman Halim, Adi Seseq, Glenn Marsalim, Arief Budiman, Yazied Syafaat, Kristy Iskandar, Teuku Fahri, Budi Bucin Santoso, Prisma Maulana, dan masih banyak lagi.

Bukan hanya manusianya, karya iklan-nya pun dari waktu ke waktu bermetamorfosa. Sebuah bundel majalah medio 70-an saya temukan di rumah nenek di Bogor. Setelah membersihkan debu tebal yang menempel di sampulnya, saya lihat banyak iklan tua yang gayanya unik, sederhana dalam eksekusi, namun dahsyat dalam penyampaian isi pesannya. Semoga Anda juga dapat ikut bernostalgia dengan berbagai rupa iklan di jaman itu. Mungkin masih ada yang ingat, siapa yang membuat iklan ini?

Salam,

Iwan Esjepe