Sapardi, Puisi Dalam Tulisan Tangan Asli

(Titipan dari Sapardi untuk orang-orang yang mencintai puisi)

Hari ini, 21 Maret 2013, Hari Puisi Internasional.

Jika hari puisi dunia jatuh satu hari lebih awal, niscaya akan bersamaan dengan ulang tahun Sapardi Djoko Damono, lelaki kelahiran Solo, 20 Maret 1940 yang sampai hari ini masih rajin mengajar, tekun bercengkerama dengan kata, menulis esai, menerjemahkan novel, cerita pendek, lakon, dan merakit kalimat untuk melayari lautan hidup dengan puisi-puisinya.

Hari ini, 21 Maret, Hari Puisi Internasional.

Adalah sebuah kebetulan jika hari ini kami bisa kembali membaca dan menikmati puisi-puisi Sapardi, bukan lewat buku hasil cetakan yang selama ini biasa ditemukan di perpustakaan dan toko buku, puisi-puisi itu masih dalam bentuk tulisan tangan asli Sapardi.

Hari ini, 21 Maret, Hari Puisi Internasional.

Adalah sebuah kegembiraan diperkenankan untuk bisa berbagi karya-karya puisi Sapardi dalam bentuk asli – tulisan tangannya di atas lembaran halaman buku tua produksi pabrik kertas Letjes – sebagian sudah pernah dipublikasikan, sebagian lagi belum pernah dicetak dan disebarluaskan.

Kemarin Sapardi merayakan ulang tahunnya dengan sederhana, sesederhana puisi-puisinya.

Foto-foto di bawah ini adalah titipan hadiah dari Sapardi untuk para pecinta puisi, di hari ulang tahunnya yang ke 73.

Selamat menikmati…

Selamat ulang tahun, Pak Sapardi. Selamat Hari Puisi Internasional 2013.

Salam,

iwan, indah, ikyu