Memotret Juru Foto

Janji adalah hutang. Dan hidupnya orang yang berhutang itu tak akan bisa tenang, itulah yang sedang saya rasakan sekarang. Maka artikel ini pun saya tulis untuk memenuhi janji saya pada seorang sahabat, Budi “Busur” Suryanto.
Pada perjalanan ke Sabang, Januari tahun 2012 lalu, saya dan sahabat saya itu pernah berjanji untuk menuliskan perjalanan kami; tentang shalat Jumat di Masjid Baiturrahman Banda Aceh, snorkling di Pantai Iboih, memasak kue di Aneuk Laut, dan menikmati makanan khas Aceh bersama kawan-kawan lain yang tak mungkin terlupakan. Selain sebagai teman jalan, Busur, begitu dia kerap disapa, adalah fotografer handal dari Majalah Femina. “Jangan lupa bikin tulisan tentang perjalanan ini ya, Mas,” pesannya sebelum kami berpisah di bandara Soeta, sepulangnya kami dari Sabang.  Aku mengiyakan, “Nanti visualisasinya pakai fotomu saja ya!”. Dia mengangguk sambil tersenyum dan mengacungkan jempolnya tanda setuju.
Tetapi manusia boleh berencana, Tuhan jua yang menentukan. Belum lagi artikel tentang Sabang kami tulis, kabar duka datang mendahului. Siapa yang menyangka bila kepergian Busur ke Derawan – Kalimantan Timur itu akan menjadi liburannya yang terakhir. Pergi ke Derawan adalah impiannya. 25 Maret 2012 ia meninggalkan kami untuk selamanya.
Tulisan ini saya persembahkan untuk Busur, selain sebagai bayaran utang atas janji untuk menuliskan cerita perjalanan liburan yang sangat menyenangkan di ujung atas Pulau Sumatera itu, saya juga ingin mengedepankan wajah seorang fotografer yang selama ini lebih sering berada di belakang lensa kameranya. Foto-foto di bawah ini adalah kenangan saya saat hunting bersamanya selama perjalanan.
Banyak orang yang merasa sangat kehilangan atas kepergiannya, bukan hanya keluarga dan teman-teman Laskar Pelancong, tetapi juga teman-teman sekantor, dan tentu saja saya, Indah, dan Ikyu.

Sebelum sholat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Menuju pelabuhan Ulhe Lhe

Di atas feri, di Selat Sabang

Tempat kami menginap di Pantai Sumur Tiga, Sabang

Dermaga di Pantai Iboih

Air laut di Pantai Iboih, bening bagai kaca

Busur, di atas boat menuju Pulau Rubiah

Pantai di Pulau Rubiah

Ikyu bersama Oom Busur yang senang berbagi ilmu memotret pada siapa saja

Senja di Pelabuhan Sabang, Pulau Weh

Kehadirannya selalu membawa kegembiraan

Di antara kawan-kawan seperjalanan

Busur dan sertifikat Kilometer Nol Sabang kebanggaanya

Selamat jalan Busur, liburanmu abadi.

Salam,

iwan esjepe