Kisah Wayang di Era Justin Bieber

Baratayuda karakter1-01

Tahun 30-50an kakek-nenek saya sangat suka sekali nonton wayang, mungkin juga karena minimnya hiburan yang ada kala itu. Di zaman orang tua saya, walau suka tapi kadarnya sudah agak menurun, sedangkan saya sendiri hanya sedikit tahu soal wayang, paling-paling satu dua kali saja dalam setahun melihat wayang, itu pun dari yang kadang tayang di televisi. Di mata anak saya, wayang semakin jauh dari pandangan, tampilan Justin Bieber, One Direction, Taylor Swift, film Hunger Game, dan banyak penyanyi serta lakok-lakon barulah yang sangat disukainya.

Anak, keponakan, atau mungkin juga kita sekarang, bisa jadi lebih akrab dengan Spiderman, Captain America, Superman, Ironman, Hulk dibanding dengan Bima, Gatotkaca, Arjuna, dan Yudhistira. Jagoan-jagoan wayang itu sepertinya memang nyaris “hilang”. Walau ada banyak jenis wayang di negeri ini, mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang klitik, wayang potehi, hingga wayang orang, kita sering bingung kemana harus melihat, membaca, dan menikmati cerita-cerita wayang itu. Salah satu cara remaja di zaman saya  menikmati wayang adalah dengan membaca komik wayang. R.A Kosasih adalah nama yang sudah amat kondang dengan karyanya, komik wayang Mahabharata, Ramayana, Pandawa Seda, Leluhur Hastina, Bhagawatgita dan masih banyak lagi adalah contohnya.

Komik RA Kosasih yang membuat gandrung banyak pembaca di zamannya ternyata tidak membuat remaja sekarang terpincut, komik-komik manga dengan variasi warna dan tarikan garis yang lebih modern dan atraktiflah yang menjadi pilihan mereka. Sadar akan cara bicara yang berbeda, sekelompok anak muda mencoba me-rejuvenate cerita-cerita wayang yang mengandung banyak pelajaran budi pekerti itu agar lebih bisa diterima oleh anak-anak zaman sekarang. Penulis cerita, Andik Prayogo, beserta Christ Lie dan Afif Numbo dari tim Caravan Studio bekerja sama dengan UNIMA (Union Internationale  De La Marionnete) atau Persatuan wayang dunia menerbitkan komik wayang Baratayuda. Gambar, warna, dialog, dan ceritanya terasa lebih ceria. Karakter tokoh disampaikan dengan menarik dan sederhana. Tak heran bila komik ini mendapat predikat sebagai Pemenang penghargaan komik terbaik (kategori Anak/remaja), dan cerita komik terbaik dalam Anugrah Komik 2011.

Pembuatan komik wayang bukanlah pekerjaan yang mudah, perlu passion dan idealisme untuk mengerjakannya, tapi saya yakin kerja keras itu tak akan sia-sia. Pelestarian cerita wayang dengan segala nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya patut diteruskan kepada generasi selanjutnya.

Serial komik Baratayuda ini sudah menolong saya untuk memperkenalkan wayang pada Ikyu, siapa tahu Anda ingin membaca dan memberikannya pada anak/keponakan juga :)

Iwan Esjepe

Buku1-01

Baratayuda 1-01

Buku2-01

Baratayuda2-01

Buku3-01

Gambar/ilustrasi dari: Caravan Studio