Panjebar Semangat

“Semua majalah yang membantu perjuangan nasional besar jasanya. Saya do’akan semoga Panjebar Semangat terus membantu pejuangan kita ini!

~Soekarno

Asli ucapan itu adalah dalam bahasa Jawa, konteksnya adalah dalam memperingati ulang tahun majalah Panjebar Semangat yang ke 20 di tahun 1953.

Terbit setiap Sabtu, harga Rp 9.500.- / luar jawa Rp 10.000.-

Ada banyak orang Jawa di negeri ini, tapi tidak terlalu banyak orang Jawa mengenal majalah ini. Awalnya Panjebar Semangat hadir dalam bentuk tabloid, terbit di Surabaya sejak 2 September 1933. Penerbitan media yang dimaksud untuk mencerdaskan warga pribumi ini adalah gagasan dari Dr Soetomo. Penggunaan bahasa Jawa disengaja karena kebanyakan masyarakat pada waktu itu masih banyak yang belum bisa berbahasa Melayu/Indonesia.

Tanggal 2 September 2013 kemarin majalah ini genap berumur 80 tahun, masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia sebagai majalah berbahasa Jawa tertua yang hingga saat ini masih terbit secara berkala. Saat ini pengurus/pemilik Panjebar Semangat saat ini berada di tangan generasi ke empat, pasangan Kustono Jatmiko dan Arkandi Sari adalah juru mudi yang terus berusaha membawa Penjebar Semangat terus berlayar mengarungi samudera waktu.

Kehadiran Panjebar Semangat di era teknologi informasi yang super canggih sekarang ini memang unik, bagaimana tidak, mereka harus tetap bisa diterima oleh pembaca, bersaing dengan banyak media dengan penampilan dan bahasa yang terus berubah. Penjebar Semangat selalu berusaha menjaga agar bisa mempunyai daun subur dan bunga indah tapi tetap berakar kukuh seperti yang dicita-citakan penggagasnya.

Bersama Ibu Andi, sang penerus

Berbincang dengan Arkandi Sari di rumahnya, di Surabaya, membuat kami salut pada semangatnya untuk menjaga kelangsungan Panjebar Semangat seperti yang sudah dipesankan oleh pendahulunya. Nyaris hadir tanpa iklan majalah ini masih setia mengunjungi pelanggannya setiap hari Sabtu, mulai dari sekitar Surabaya, Pulau Jawa, Indonesia, dan beberapa orang Jawa yang tersebar di banyak negara lain di dunia. Memang bukan pekerjaan mudah.

Sejarah mencatat peran Panjebar Semangat dalam perjuangan mencerdaskan bangsa Indonesia, khususnya untuk orang-orang Jawa. Perjuangan itu belum selesai, apa yang bisa kita lakukan untuk mendukungnya agar tetap bisa menjadi obor penerang, pemandu langkah, menyebarkan semangat pada bangsa ini? Berlangganan adalah salah satunya. Dukungan Anda pada majalah ini sangat penting, selain untuk mengenalkan bahasa jawa pada generasi muda juga untuk menjaga agar nilai luhur para leluhur tetap lestari.

Informasi berlanggganan silakan imel ke majalahps@gmail.com

Untuk membaca secara online silakan mampir ke http://www.panjebarsemangat.co.id

Salam,

Indah dan Iwan Esjepe